Kapan Anak Saya Siap sekolah?

 

Kalau ngumpul sama ibu-ibu yang lain, topiknya pasti nggak jauh dari anak. Nah, belakangan ini topik yang lagi sering beredar adalah tentang anak-anaknya yang mulai sekolah. Saya jadi bingung, di zaman saya kecil dulu kayanya umur 6-7 tahun baru masuk sekolah. Sekarang kok banyak orangtua yang anaknya baru 5 tahun sudah sekolah?

 

Apa jangan-jangan anak saya yang ketinggalan kereta?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jadi, Anak Bapak/Ibu Akan Masuk Sekolah...

Sebagai orangtua, tentu kita ingin anak tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya. Beberapa orang berpikir lebih bagus lagi jika bisa berkembang lebih cepat dibanding teman-temannya. Akibatnya, banyak yang merasa perlu cepat-cepat mendaftarkan anaknya masuk sekolah. Memasukkan anak ke sekolah itu hal sederhana…. yang sulit adalah menentukan, “apakah anak bisa mengikuti aktivitas di sekolah? Apakah akan bermanfaat, atau justru merugikan?

 

Pada umumnya, kesiapan masuk sekolah memang dinilai dengan usia kronologis, yaitu usia berdasarkan tanggal kelahiran. Usia 6-7 tahun dianggap ideal untuk mulai masuk sekolah karena pada usia tersebut perkembangan otak dinilai cukup untuk membaca, menulis, dan berhitung. Berdasarkan ini juga, beberapa orang bertanya, “bagaimana kalau anak saya sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung sebelum usia tersebut? Berarti boleh dong sekolah?”

Eits, tunggu dulu…

 

Kenyataannya, sekolah itu tidak hanya sekedar membaca, menulis, berhitung. Dalam proses pendidikan di kelas, seorang anak juga belajar untuk berkomunikasi, menuruti aturan, berinteraksi dengan orang lain, serta berpisah dari orangtua untuk waktu yang cukup lama. Untuk menilai itu semua, tentu perlu suatu pemeriksaan.

 

 

 

Memangnya Ada Anak Yang ‘Belum Siap’ Sekolah?

 

Ada.

 

Sekali lagi, kita coba melihatnya bukan hanya sekedar siap atau tidaknya membaca, menulis, berhitung. Beberapa masalah yang mungkin ditemukan pada anak SD justru bisa luput dari pengetahuan orangtua atau guru, karena merupakan komponen yang tidak dinilai secara rutin.

 

Misalnya, orangtua dan guru akan tahu bila anaknya memiliki kesulitan dalam berhitung, karena akan tampak dari nilai matematika. Tapi, bagaimana bila anaknya memiliki kesulitan dalam aspek lain seperti kemandirian, motivasi, konsentrasi, atau relasi sosial dengan teman? Bagaimana bila ternyata ada kesulitan belajar spesifik seperti disleksia? (kesulitan membaca, menulis, mengeja, walaupun pemahaman bahasa normal)

 

Risiko terjadinya kesulitan tersebut dapat dikenali lebih awal dengan adanya pemeriksaan School Readiness.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apa Itu School Readiness?

 

 

School Readiness (Kematangan Sekolah/Kesiapan Sekolah) adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan pada anak untuk menilai ‘kematangan’ pikiran, perasaan, dan perilaku anak sebelum dia duduk di bangku sekolah dasar (SD). Maka, tes ini biasa dilakukan pada anak yang akan masuk ke SD

 

Manfaat dari melakukan pemeriksaan ini bukanlah untuk mencegah seorang anak bersekolah bila ternyata dirinya belum ‘matang’, melainkan justru untuk membantu menemukan aspek mana dari anak tersebut yang masih perlu disiapkan lagi. Tujuan akhirnya tentu agar si anak mampu menjalani pendidikannya dengan baik dan menyenangkan. Tentu kita tak ingin anak kita merasa terbebani dengan pendidikan, bukan?

 

Ilustrasi kasus:

Danu adalah seorang anak berusia 6 tahun. Menurut orangtuanya, Danu sudah mulai bisa membaca dan menulis sehingga orangtuanya merasa si anak sudah siap untuk sekolah. Meski demikian, ibunya merasa khawatir karena Danu sering menangis rewel, kadang hingga berguling di tanah, ketika ibunya akan berangkat ke luar rumah tanpa mengajak Danu. Pada pemeriksaan School Readiness, tampak bahwa Danu memiliki kemampuan kognitif (membaca, menulis, berhitung) yang sesuai dengan usianya, tapi ada kekurangan pada aspek kemandirian dan kemampuan adaptasi.

 

Kondisi ini bila dibiarkan bisa berakibat menjadi suatu cemas perpisahan (separation anxiety) dan bisa mengganggu pendidikan di kemudian hari. Setelah mengetahui adanya risiko tersebut, orangtua bekerjasama dengan psikolog melakukan pembekalan berupa pelatihan keterampilan sosial (social skill training) agar Danu lebih mandiri dan bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. 

 

Jadi, kita melihat penilaian kesiapan sekolah bukan hanya sekedar untuk tahu siap atau tidak siapnya seorang anak, melainkan sebagai sebuah upaya untuk mengetahui risiko kesulitan belajar di masa yang akan datang dan mencegahnya!  

 

 

 

Apa saja yang dinilai dalam School Readiness?

Penilaian kesiapan sekolah biasa dilakukan oleh seorang psikolog yang memang memiliki kompetensi untuk melakukannya. Walaupun judulnya ‘pemeriksaan’ atau ‘tes’, tapi penilaian ini tidak seperti ujian. Justru, suasana pemeriksaan akan terkesan menyenangkan bagi anak karena dikemas dalam bentuk permainan. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami anak.

 

Berikut beberapa hal yang mungkin dinilai dalam pemeriksaan School Readiness:

  1. Kondisi Fisik dan Koordinasi: menilai kemampuan motorik kasar (misalnya apakah bisa berlari) dan motorik halus (misalnya apakah bisa menggenggam pensil dengan benar)
  2. Kemampuan Berbahasa: menilai kemampuan untuk komunikasi, tanya-jawab, memahami cerita, dan menirukan kata
  3. Kemampuan Kognitif: menilai kemampuan otak dan pikiran anak dalam memahami konsep seperti angka dan benda atau adanya rasa ingin tahu.
  4. Kemampuan Sosial dan Kematangan Emosional: menilai kemampuan dalam berelasi dengan teman-temannya, berperilaku sesuai aturan, dan mampu adaptasi ketika berpisah dari orangtua
  5. Aspek Kemandirian: menilai kemampuan anak untuk mengurus dirinya sendiri, misalnya untuk ke toilet atau mengurus barang bawaan sendiri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemeriksaan kesiapan sekolah (School Readiness) bukan hanya sekedar melihat apakah seorang anak siap atau tidak untuk sekolah. Pemeriksaan ini memiliki tujuan yang lebih besar lagi, yaitu mencoba mencari kemungkinan terjadinya risiko hambatan belajar di kemudian hari dan menanganinya.  Pemeriksaan ini perlu dilakukan oleh tenaga ahli (psikolog) karena memerlukan interpretasi sesuai dengan usia dan karakter anak. Dengan pemeriksaan yang terstruktur, hasilnya akan lebih akurat.

 

Kami menyediakan layanan untuk pemeriksaan School Readiness bagi anak yang akan mulai masuk sekolah maupun Tes Minat Bakat bagi remaja yang akan melanjutkan pendidikan atau karirnya. Jika Anda ingin konsultasi lebih lanjut, hubungi kami di Smart Mind Center RS Gading Pluit.

 

(Christina Tedja, M.Psi /

dr Andreas Kurniawan, SpKJ)

 

 

 

 

Page view
blog counter
https://images.unsplash.com/photo-1503676260728-1c00da094a0b?ixlib=rb-1.2
https://images.unsplash.com/photo-1544776193-32d404ae608a?ixlib=rb-1.2
https://images.unsplash.com/photo-1496214469482-f7340639138f?ixlib=rb-1.2