Fakta Seputar  Anxiety

 

 

  • Tanpa ada alasan yang jelas, saya suka tiba-tiba merasa khawatir
  • Saya suka merasa deg-degan tiba-tiba.
  • Rambut saya botak setengah karena suka saya cabutin
  • Saya ga pernah ke pedicure, manicure, karena kukunya selalu rusak saya gigitin
  • Hampir setiap mau tidur, otak saya langsung aktif mulai memikirkan hal yang membuat saya khawatir
  • Belakangan ini saya sulit fokus dan menjadi mudah lupa

 

Pernahkah kamu mengalami kondisi di atas? Beberapa pernyataan di atas merupakan bentuk keluhan dari orang-orang yang mengalami kecemasan atau anxietas loh!

Page view
blog counter

Berikut beberapa fakta seputar anxiety:

 

Kecemasan memiliki definisi umum perasaan khawatir akan suatu hal atau bahkan tanpa hal apapun.

 

Di satu sisi, kecemasan dapat membuat kita menjadi lebih waspada akan suatu hal sehingga lebih hati-hati, tetapi dapat pula menjadi reaksi berlebihan yang menghambat kegiatan sehari-hari. Dalam beberapa kondisi, kecemasan ini demikian beratnya hingga mengganggu performa kerja, pendidikan, atau relasi dengan orang lain.

 

Kecemasan dapat dialami oleh siapapun, baik laki-laki maupun perempuan. Baik anak-anak maupun dewasa. Namun penelitian membuktikan bahwa jumlah perempuan yang mengalami kecemasan lebih besar dibandingkan jumlah laki-laki

 

Sebagian besar orang yang mengalami kecemasan memiliki faktor turunan dari orang tua atau memiliki riwayat keluarga yang mudah cemas. Kecemasan dapat pula berasal dari pola asuh/didik, atau dari riwayat pengalaman yang tidak mengenakkan.

 

Perasaan cemas dapat mempengaruhi fisik dan kognitif kita.

Secara fisik kita akan merasa mudah lelah dan sesekali dapat mengakibatkan sakit fisik seperti sakit perut, keluhan masalah otot tubuh, sakit kepala, dan lainnya. Sedangkan secara kognitif, biasanya orang akan mudah lupa, sulit konsentrasi, dan tidak dapat menunjukkan performa maksimal di area kerja.

 

Pada orang dewasa cemas akan lebih mudah terdeteksi karena kemampuan komunikasi yang sudah matang. Pada anak, deteksi dini dan penanganan cemas merupakan sebuah tantangan. Kecemasan pada anak bisa terlihat dalam bentuk perilaku anak mudah marah, mudah menangis tanpa sebab, rewel, tantrum, atau mengompol pada usia yang tidak seharusnya. Pada anak, proses mencari sumber kecemasan membutuhkan waktu dan usaha yang lebih. Tidak semua anak (apalagi yang masih dini) mudah untuk mengungkapkan perasaan dan sumber kecemasannya tersebut.

 

Penanganan kondisi cemas sangat bervariasi, bergantung karakter individu dan masalah yang dialami. Secara umum, seorang terapis akan mencoba mengajak klien mengenali sumber stres dan mendiskusikan cara untuk menyelesaikan masalah secara efektif (problem solving skill yang efektif).

 

Baca juga tentang serangan panik atau stres akibat kerja. Jika Anda atau keluarga khawatir karena cemas berlebih, silakan konsultasi lebih lanjut seputar kondisi cemas dan penanganannya, hubungi kami di Smart Mind Center RS Gading Pluit.

 

(Christina Tedja, M.Psi)

 

 

https://images.unsplash.com/photo-1516027828283-84217f09f3c4?ixlib=rb-1.2